Sejarah Munculnya Nickelodeon dalam Sinema

· Nurbaiti Fitriyani

Pada tahun 1905, film masih diputar di teater vaudeville, taman musim panas, teater etalase khusus, ruang kuliah, gereja, bar, dan berkeliling ke gedung opera nasional.

Kemudian dari tahun tersebut hingga 1907, muncul tren utama di Amerika, yakni berkembangnya teater. Meskipun film terus diputar di vaudeville hingga pada tahun 1908, tetapi Nickelodeons telah menjadi bentuk pemutaran film yang utama di Amerika Serikat, bahkan telah menjamur dari 8.000 menjadi 10.000 teater.

Sebagai teater pertama di Amerika Serikat, Nickelodeon pun semakin menyebar. Hal tersebut dikarenakan ada pergeseran pola hidup masyarakat. Adalah ketika perusahaan produksi berpaling dari film aktual ke film cerita, kegiatan menonton di teater bukan menjadi hal baru lagi. Ia sudah menjadi hiburan biasa. Selain itu, produser film lebih mengutamakan menyewakan film daripada menjualnya.

Lahirnya Nickelodeon

Terminologi Nickelodeon berasal dari bahasa Yunani yang memiliki makna ”teater nikel”. Pertama kali diputar di Pittsburgh pada tahun 1905. Koin tersebut merupakan alat pembayaran untuk masuk ke teater Nickelodeon. Selain itu, nama tersebut juga diambil dari cara pembayaran, yakni menggunakan koin nikel.

Nickelodeons dapat menjalankan program singkat yang sama secara terus menerus, dari pagi hingga tengah malam. Sehingga dari keadaan tersebut banyak peserta pameran memperoleh keuntungan besar.

Satu teater Nickelodeon, biasanya menggunakan tiga film dalam satu program yang berubah tiga kali dalam seminggu. Dengan demikian, Nickelodeon akan menyewakan sekitar 450 judul dalam setahun.

Nickelodeon memiliki keunggulan dibandingkan bentuk-bentuk pameran sebelumnya. Ia juga tidak sama seperti taman hiburan musiman. Selain itu, Nickelodeon juga lebih murah daripada vaudeville. Pun menyedikan pameran keliling dengan biaya rendah. Penonton biasanya duduk di bangku atau di kursi kayu sederhana.

Nickelodeon tumbuh di pusat bisnis dan lingkungan kelas pekerja di kota-kota. Namun, penonton kota tersebut yang lebih signifikan ialah dari para perempuan dan anak-anak yang sedang berbelanja lantas kemudian mampir sejenak.

Sementara itu, di kota-kota kecil, Nickelodeon merupakan satu-satunya tempat pemutaran film. Di mana seluruh lapisan masyarakatnya akan menonton film secara bersama. Untuk dapat mengetahui adanya pemutaran film, biasanya di bagian depan teater terpasang nama film dan jargon yang menarik perhatian orang yang melintas.

Selama Nickelodeon meledak, sebagian besar film datang dari luar negeri. Pathe, Gaumont, Hepworth, Cines, Nordisk, dan perusahaan Eropa lainnya membanjiri jadwal rilis mingguan.

Karena di Amerika Serikat ada jauh lebih banyak teater daripada di negara lain, sejumlah besar salinan film dapat dijual untuk kemudian ditukar di sana. Dengan penjualan semacam itu, industri Inggris tetap sehat dan terjaga. Pun memungkinkan industri Italia dan Denmark berkembang dengan cepat.

Selain menjadi pemutar film utama di Amerika Serikat, Nickelodeon juga meluncurkan karir beberapa pengusaha penting. Warner bersaudara memulai awal karir mereka sebagai peserta pameran nickelodeon. CarlLaemmle, yang kemudian menjadi pendiri Universal, membuka Nickelodeon pertamanya di Chicago pada tahun 1906. Juga ada Louis B. Mayer, yang menjadi ”M” kedua dari MGM (Metro-Goldwyn-Mayer), menjalankan teater kecil di Haverhill, Massachusetts.

Menara MGM
Menara MGM

Studio eksekutif lainnya yang mulai menjalankan nickelodeon termasuk Adolph Zukor (kemudian menjadi kepala Paramount), William Fox (yang membentuk perusahaan yang menjadi 20th Century-Fox), dan Marcus Loew (yang merupakan perusahaan induk dari MGM). Hingga pada akhirnya orang-orang inilah yang nantinya akan membantu menciptakan struktur dasar sistem studio Hollywood selama tahun 1910-an.

{
  "credit title": {
    "author": "Itiabrun Inayirtif",
    "editor": "Nashrullah Ali Fauzi",
    "category": "Esai Teoretis",
    "canonical publication": "Monoskrin"
  }
}
Details
Settings





Converter

Penulis: Nurbaiti Fitriyani

Editor: Nashrullah Ali Fauzi

Hak Publikasi Kanonis: Monoskrin

Tag: Sejarah Film, Sejarah Film Dunia

Kategori: Esai Teoretis

Lisensi: Creative Commons (CC BY-NC-ND 4.0)

Monoskrin

Monoskrin adalah situsweb yang mempublikasikan artikel-artikel tentang penciptaan sekaligus pengkajian film secara global.

Posting Lebih Baru · Posting Lama

Log

Perihal esai/artikel studi sinema.

Riset

Perihal penelitian film.
Perihal penelitian film.

Nawala Monoskrin

Dikirim setiap ada konten terkini

Iklan dan Advertorial Monoskrin