Masuknya Teknis Suara dalam Film

· Padma Aksara Barya

Ketika teknik film suara masuk kali pertama pada film bisu, menurut Balazs, hal tersebut akan menghancurkan film bisu yang sudah sangat berkembang.

Kendati hal itu adalah sebuah malapetaka, karena belum pernah ada pada sejarah seni sebelumnya, tetapi kembali ke film bisu pun tidak memungkinkan lagi. Karena evolusi teknik adalah evolusi kekuatan produktif manusia dan bahaya yang ditimbulkannya tidak dapat dihindari dengan menghambat perkembangannya.

Tabel Konten
  1. Apa yang Dituntut dalam Film Suara?
  2. Penemuan Kebisingan
  3. Dramaturgi Suara
  4. Masalah Pemutaran Suara
  5. Efek Diam dalam Film Suara
  6. Ketakselarasan Suara
  7. Suara Tidak Bisa Diisolasi
  8. Mendidik Telinga dalam Film Suara
  9. Tiada Bayangan dalam Suara
  10. Suara Tidak Memiliki Sisi
  11. Suara Memiliki Pewarnaan Ruang
  12. Masalah Dasar Reproduksi Suara
  13. Suara Tidak Dapat Diwakili oleh Gambar
  14. Instrumen Paling Ekspresif

Seni film bisu sudah mati, tetapi, hanya tempatnya saja yang diambil alih oleh sebuah teknik film suara yang mencoba berevolusi menjadi sebuah seni. Dalam sejarah, tidak ada tragedi yang fana, hanya ada sebuah kekrisisan dalam hal-hal yang menyangkut seluruh aspek kehidupan manusia. Di bidang ekonomi misalnya, setiap penemuan teknis baru yang besar tetap akan membawa adanya kekrisisan dan bahaya. Namun, hal tersebut dapat melayani kemajuan manusia.

Meskipun demikian, bagi Balazs, setiap inovasi teknis merupakan sebuah inspirasi.

Apa yang Dituntut dalam Film Suara?

Tuntutannya adalah bahwa film suara seharusnya tidak hanya menyumbangkan suara pada film bisu dan membuatnya seperti alam, tetapi juga film suara harus mendekati realitas kehidupan dari sudut pandang yang berbeda dan membuka pengalaman baru bagi manusia.

Karena, jika film suara hanya meniru suara seperti yang telah dilakukan di teater, maka ia hanya menjadi alat penyalin saja. Bagi Balazs, yang menarik dari film suara ialah bukan dari bagaimana kedengarannya, tetapi bagaimana ia mampu memberi kekuatan ekspresi vokalnya.

Penemuan Kebisingan

Suara sehari-hari yang biasanya dianggap sebagai kebisingan, hal yang membingungkan, sebagai sebuah massa yang tidak berbentuk, dengan hadirnya film suara, suara-suara itu bisa mengajarkan tentang simfoni kehidupan. Pun dapat menjadikan telinga bisa mendengar dan dapat membedakan antar karakter sebagai manifestasi kehidupan individu.

Sebutan untuk film suara, sebenarnya merupakan suatu bentuk untuk membebaskan manusia dari suara-suara yang dianggap kacau, yang tak berbentuk, dengan menerimanya sebagai bentuk sebuah ekspresi, signifikansi, dan makna.

Dramaturgi Suara

Suara tidak hanya menjadi suatu akibat yang wajar pada sebuah gambar, tetapi ia menjadi subjek, menjadi sumber, dan menjadi penggerak suatu tindakan. Dengan demikian, maka suara bisa menjadi elemen dramaturgi dalam film. Peran dramaturgi suara ketika efeknya menentukan jalannya tindakan ketika suara tidak hanya dibuat untuk didengarkan dalam jalannya cerita saja, tetapi juga dapat turut campur tangan untuk memengaruhi jalan cerita tersebut.

Masalah Pemutaran Suara

Kata-kata yang diucapkan oleh seseorang, belum tentu dapat dipahami. Apalagi memahami arti kata itu jika tidak melihat ekspresi wajah dan gerak-gerik seseorang yang sedang berbicara. Sebab kata yang diucapkan hanya mengandung fragmen ekspresi saja.

Gerakan wajah, misalnya hanya otot wajah yang berkedut, gerakan tangan ketika berbicara, pada saat yang bersamaan dapat menambah warna makna kata yang dimaksudkan. Ketika hanya mendengar suara yang diucapkan tanpa melihat gerak tubuh yang berbicara, maka barangkali telinga hanya mengenali sifat umum suara tersebut.

Oleh sebab kata itu hanyalah salah satu nada dalam chord (kombinasi tiga nada atau lebih, yang bersuara sama dalam satu oktaf) yang kaya, jadi ia tidak dimengerti dalam arti tepatnya jika tidak melihat siapa yang mengatakannya dan kapan kata itu diucapkan, dalam keadaan dan hubungan seperti apa.

Dalam film suara tidak perlu menjelaskan suaranya. Dengan melihat secara bersamaan yakni senyuman, gerak tubuh, seluruh nada ekspresi, nuansa yang tepat, maka bisa memahami watak dan sikap mereka.

Efek Diam dalam Film Suara

Diam juga merupakan sebuah efek. Keheningan adalah salah satu efek dramatis paling spesifik dari film suara. Baik seni lainnya, yakni lukisan, patung, sastra, maupun film bisu sekalipun, tidak bisa memproduksi keheningan. Keheningan atau kesunyian bukanlah hal yang bisu.

Keheningan paling hebat ialah ketika suara yang sangat jauh di ruang yang sangat besar bisa terdengar. Sebaliknya, ruang tanpa suara sama sekali tidak pernah tampak konkret dan nyata bagi persepsi manusia; tidak berbobot dan tidak penting. Ruang yang terlihat sebagai nyata hanya jika ruang itu mengandung suara juga, karena memberikan dimensi kedalaman.

Dalam film suara, keheningan dapat menjadi sangat jelas dan bervariasi, karena meskipun tidak memiliki suara, ia memiliki ekspresi dan gerak tubuh yang sangat banyak. Pandangan diam bisa berbicara banyak; tanpa suara membuatnya lebih ekspresif karena gerakan wajah dari sosok yang diam dapat menjelaskan alasan keheningan: merasakan gejolaknya, ancamannya, dan ketegangannya.

Dalam film suara, keheningan tidak menghentikan tindakan bahkan untuk sesaat dan tindakan diam seperti itu bahkan memberikan keheningan wajah yang hidup.

Ketakselarasan Suara

Ketakselarasan suara (asynchronous sound) yaitu, ketika ada perbedaan antara hal-hal yang didengar dan hal-hal yang terlihat dalam sebuah film. Antara gambar dan suara seperti itu memberikan peluang yang kaya untuk memberikan efek ketegangan dan kejutan.

Dalam close-up di mana sekitarnya tidak terlihat, suara yang terdapat dalam shot tersebut terkadang mengesankan sebagai sesuatu yang misterius, karena sumber suara tersebut tidak terlihat.

Suara Tidak Bisa Diisolasi

Apa yang tidak ada di dalam frame tidak dapat dilihat oleh penonton, tetapi suara itu, selalu dapat didengar di seluruh ruang gambar, betapapun kecilnya bagian dari ruang itu, termasuk dalam close-up. Suara tidak bisa diisolasi, karena Sound-picture sering digunakan dalam film yang bertujuan untuk menciptakan suasana.

Contoh:

Dalam adegan di mana ada dua orang di close-up sedang berbicara di sebuah restoran, dan di ruang restoran tersebut ada pemain musik yang mengalunkan musiknya di ruang tersebut yang tak terlihat oleh penonton.

Mendidik Telinga dalam Film Suara

Jumlah suara yang dapat dibedakan oleh telinga manusia mencapai ribuan — jauh lebih banyak daripada warna dan cahaya yang dapat dibedakan. Namun ada perbedaan besar antara merasakan suara dan mengidentifikasi sumbernya.

Manusia jauh lebih banyak mengenali bentuk visual daripada suara. Meskipun demikian, telinga tak kalah peka dari mata. Hanya saja ia kurang berpendidikan dari mata.

Eksperimen Erdmann menunjukkan bahwa telinga dapat membedakan warna dan tingkat suara yang tak terhitung dalam kebisingan suatu kerumunan yang besar, tetapi pada saat yang sama tidak dapat dinyatakan dengan pasti apakah suara itu adalah suara gembira atau marah dari kerumunan itu.

Tiada Bayangan dalam Suara

Dimensi ruang dan arah di dalamnya bisa dilihat oleh mata, tetapi dimensi ruang atau arah tersebut tidak bisa didengar oleh telinga. Sensitivitas telinga yang sangat luar biasa, yang disebut absolut — diperlukan untuk membedakan beberapa suara yang membentuk suara gabungan. Jika tidak ada kesan visual yang membantu. Arah sumber suara tidak dapat dilihat bahkan oleh telinga yang sempurna sekalipun.

Suara Tidak Memiliki Sisi

Bentuk benda yang terlihat memiliki beberapa sisi: sisi kanan dan kiri, depan dan belakang. Suara tidak memiliki aspek seperti itu, suara tidak akan bisa memberi tahu dari sisi mana pengambilan gambar dilakukan.

Suara Memiliki Pewarnaan Ruang

Setiap suara memiliki karakter ruang sendiri. Suara yang sama terdengar berbeda di ruangan kecil, di ruang bawah tanah, di aula kosong besar, di jalan, di hutan atau di laut.

Masalah Dasar Reproduksi Suara

Bentuk dan garis besar suara tidak dapat diubah dengan berbagai perspektif karena fisiognomi dari hal-hal yang terlihat dapat diubah dengan berbagai sudut. Suara tidak memiliki ’angle’. Suara yang sama yang berasal dari titik yang sama tidak dapat direkam dengan cara yang berbeda. Tetapi jika sound engineer tidak memiliki pilihan bebas di antara banyak kemungkinan, rekamannya akan tetap menjadi reproduksi mekanis dan tidak ada yang lain.

Suara Tidak Dapat Diwakili oleh Gambar

Apa yang didengar telinga dari layar bukanlah image of the sound, tetapi suara itu sendiri, yang direkam dan direproduksi oleh kamera suara. Suara tidak memiliki gambar. Suara itu sendiri diulangi dalam dimensi aslinya dengan semua kualitas fisik aslinya ketika digaungkan dari layar. Tidak ada perbedaan dalam dimensi dan kenyataan antara suara asli dan suara yang direkam dan direproduksi.

Instrumen Paling Ekspresif

Suara Film secara Teknis
Phono-Cinema-Theatre

Penggunaan suara yang tidak sinkron adalah perangkat paling efektif dari film suara. Jika direkam secara serempak, suara hanya berbicara sebagai pelengkap alami pada gambar. Hal tersebut hanya akan membuat gambar lebih seperti kenyataan. Namun dalam perekaman yang tidak sinkron, suara menjadi independen dari gambar dan dapat memberikan makna paralel.

{
  "credit title": {
    "author": "Padma Aksara Barya",
    "editor": "Nashrullah Ali Fauzi",
    "category": "Esai Teknis",
    "canonical publication": "Monoskrin"
  }
}
Details
Settings





Converter

Penulis: Padma Aksara Barya

Editor: Nashrullah Ali Fauzi

Hak Publikasi Kanonis: Monoskrin

Tag: Suara Film, Teknik Film

Kategori: Esai Teknis

Lisensi: Creative Commons (CC BY-NC-ND 4.0)

Monoskrin

Monoskrin adalah situsweb yang mempublikasikan artikel-artikel tentang penciptaan sekaligus pengkajian film secara global.

Posting Lebih Baru · Posting Lama

Log

Perihal esai/artikel studi sinema.

Riset

Perihal penelitian film.
Perihal penelitian film.

Nawala Monoskrin

Dikirim setiap ada konten terkini

Iklan dan Advertorial Monoskrin