Pembuat Film Tanpa Kamera

· Padma Aksara Barya

Jika definisi satu tembakan atawa satu shot ialah dimulai dengan menekan tombol on kamera dan lantas menekan tombol off, maka film harus dibuat dengan kamera. Namun, apakah pembuat film memiliki kebermungkinan untuk membuat film tanpa sebuah kamera?

Jawabannya sangat tentu jika film tersebut ialah film animasi.

Film animasi memang menarik, karena selain penuh warna ditambah dengan karakter-karakter yang unik dan berbeda-beda, juga film animasi dibuat tanpa kamera. Selain mengetahui animasi secara teknis, seyogianya perlu diketahui seluk-beluk apa yang dimaksud dengan animasi dan kenapa animasi bisa menghasilkan karakter yang demikian.

Tabel Konten
  1. Mengenal Animasi
  2. Menginterpretasi Gerak
  3. Bahasa dan Kosakata dalam Animasi

Mengenal Animasi

Animasi adalah bentuk ekspresi tertentu dan distingtif. Di era digital ini, definisi yang mencakup semua aspek semakin sulit ditemukan karena garis pemisah antara film aksi dan animasi pada dasarnya telah dihapus. Oleh karena itu sulit untuk membedakan satu sama lain, terutama dalam film kontemporer.

Namun, di sisi lain animasi masih bisa ditelisik melalui bentuknya: kartun, film stop motion 3D, fenomena yang dihasilkan komputer. Lantas apakah yang membedakan antara film aksi dengan film animasi?

Animasi merupakan sebuah seni yang masih mustahil, entah itu imajinasi dari pembuat film independen yang direpresentasikan dalam gambar simbolis atau justru intervensi dari animator efek visual. Kendatipun keadaannya demikian, animasi tetap menjadi bentuk ekspresi artistik yang paling serbaguna dan otonom.

Di era sebelum kemunculan digital, animasi masih sangat mudah bandingkan. Bahwa animasi merupakan seni yang melewati berbagai proses di mana materi film—gambar atau item yang mewakili ide, objek atau karakter—yang difilmkan frame by frame. Di antara setiap frame-nya dilakukan perubahan material. Hal tersebut bertujuan untuk menciptakan ilusi gerakan dalam fase tindakan yang dibayangkan saat film diproyeksikan pada 24 bingkai per detik.

Sementara itu, di era digital seperti sekarang ini, alih-alih mentransfer gerakan dari alam, sebagaian besar film animasi justru masih dibuat dengan menggunakan gerakan yang artifisial dan/atau tidak alami. Kendatipun demikian, bingkai tidak lagi menjadi faktor penentu dalam kemajuan ini.

Norman McLarens, seorang Bapak Animator, mengatakan bahwa, apa yang terjadi di antara setiap bingkai lebih penting daripada yang terjadi di setiap bingkai (antar bingkai yang kontinu dengan bingkai yang terpisah-pisah).

Menginterpretasi Gerak

Animasi merupakan sebuah interpretasi kreatif dari ’gerak’ seperti yang dieksekusi melalui proses grafik profilmik dan dikonfigurasi sebagai hasil yang terekam. Untuk itu, penulis serta perancang film animasi perlu memahami hal tersebut untuk mengeksploitasi kekhasan medium animasi.

Robert Mckee mengatakan bahwa,

seperti film fantasi dan fiksi ilmiah, film animasi lebih condong kepada genre aksi lelucon kartun dengan pangsa pasar pemuda sebagai penontonnya.

Animasi merupakan sebuah film yang melewati proses evolusi. Ia terdiri naskah dan storyboard dalam pengerjaannya. Dalam film animasi, dibutuhkan seorang penulis naskah yang mau mengikuti, bersedia, dan tertarik dari setiap proses pembutan film animasi.

Hal tersebut diperjelas oleh Gavin, bahwa:

Penulis animasi tidak bisa hanya menulis skrip dengan gaya tradisional, tetapi juga harus memahami visualisasi dan peran seniman lainnya—seniman yang tidak hanya memikirkan cara pandang sesuatu, tapi juga cara yang akan digunakannya.

Bahasa dan Kosakata dalam Animasi

John Halas dan Halas & Batchelor Studios merupakan seorang animator pertama di Inggris sekitar tahun 1940-an awal. Film animasinya ini berjudul Animal Farm. Di sini ia menyadari bahwa masyarakat belum tentu mengerti secara penuh tentang film animasi dan pencapaiannya, terutama karena sebagian besar dicirikan oleh kartun Disney dan juga dilihat sebagai hiburan anak-anak.

Lantas kemudian, Halas mencoba mengemukakan beberapa kosakata untuk mendeskripsikan animasi apa yang bisa diekspresikan secara khas. Usahanya tersebut masih berguna hingga sekarang, apalagi untuk calon penulis film animasi.

Simbolisasi objek dan manusia ’menggambarkan penetrasi’ yang tak terlihat oleh ’seleksi’, transformasi dapat menunjukkan masa lalu dan memprediksi masa depan dikontrol oleh kecepatan dan waktu. Simbol pada dasarnya berfungsi untuk memperjelas dan menyederhanakan ide. Misalnya sebuah bendera, ia dapat melambangkan suatu negara. Simbol juga dapat menggambarkan sesuatu yang tak terlihat.

Selain simbolisasi, animasi juga bisa menjadikan yang tak kasat mata, seperti gelombang suara, magnetisme, dan radar, mewujud jelas dan nyata. Pun dapat juga ’menembus’ relung terdalam tubuh—batin, mesin, atau jenis keadaan batin terkompleks lainnya—mimpi, ingatan dan fantasi, hingga lebih mudah dipahami.

Dengan memilih aspek yang perlu divisualisasikan, elemen penting tertetu dapat lebih ditonjolkan dan ditekankan di foreground agar mendapat suatu efek atau impak. Semua elemen penting tersebut dapat dikontekstualisasikan dalam berbagai kerangka waktu. Animator dapat mengintervensi jangka waktu dengan mempercepat atau menampilkan detail tertentu melalui gerakan lambat slow-motion. Fleksibilitas bahasa animasi tidak bisa dianggap remeh. Penulis nasakah harus melihat bahasa-bahasa animasi sebagai alat yang potensial dalam pengembangan skrip dan menyusun strategi.

Hal mendasar yang perlu diperhatikan ialah, jka animasi menggunakan bahasa ekspresi yang berbeda, seorang seniman harus memiliki metode tertentu untuk mengungkapkannya.

Animasi adalah bahasa yang paling relevan dan serbaguna untuk merangkul semua versi dan interpretasi dari ’naratif’. Menulis naskah animasi bahkan bisa diungkapkan dengan sebuah pepatah, yakni ’tunjukkan, jangan katakan’. Dalam mana hal tersebut menekankan visulnya untuk ditunjukkan sekaligus ditafsirkan.

{
  "credit title": {
    "author": "Padma Aksara Barya",
    "editor": "Nashrullah Ali Fauzi",
    "category": "Esai Teoritis",
    "canonical publication": "Monoskrin"
  }
}

Monoskrin

Monoskrin adalah situsweb yang mempublikasikan artikel-artikel tentang penciptaan sekaligus pengkajian film secara global.

Log

Perihal esai/artikel studi sinema.

Riset

Perihal penelitian film.

Nawala Monoskrin

Dikirim setiap ada konten terkini