Tugas Manajer Produksi Film

· Padma Aksara Barya

Dalam pembuatan film, tentu dilakukan oleh banyak orang yang memiliki keahlian dan tugasnya masing-masing, baik sejak ketika masih pra-produksi sampai pasca-produksi. Dan nantinya nama dari orang-orang tersebut beserta tugasnya akan ditampilkan dalam credit tittle.

Semua orang tahu apa yang dilakukan sutradara dan apa yang dilakukan produser. Juga bisa mengidentifikasi antara diri dengan aktor atau bintang. Atau apalagi seorang direktur fotografi yang profesinya dikenal secara umum. Namun, siapa yang tahu manajer produksi (MP) dan tugas apa saja yang diembannya?

ritme pekerjaan seorang manajer produksi
Ritme pekerjaan seorang manajer produksi seperti tombol-tombol musik.
Tabel Konten
  1. Mengenal Manajer Produksi
  2. Pekerjaan Manajer Produksi
  3. Keterlibatan Manajer Produksi
  4. Tips Praktik Kerja Manajer Produksi

Mengenal Manajer Produksi

Manajer produksi adalah salah satu dari sedikit orang yang mengerjakan produksi yang terlibat dari awal sampai akhir. Dan ternyata masih sedikit orang yang tahu akan tanggungjawabnya.

Jika mendengar lini kerja tersebut, barangkali membosankan di telinga, tetapi tanpa seorang manajer produksi sebuah film yang akan dibuat tidak akan berjalan dan terlaksana dengan mulus. Ia bekerja dari pagi hingga larut malam—harus siap siada jika dibutuhkan, mau dikirim kemana dan kapan saja selama pra-produksi hingga pasca-produksi.

Manajer produksi-lah orang yang mewujudkan produksi dan menetapkan suasana produksi secara keseluruhan. Selain itu, ia juga berfungsi sebagai perantara untuk memulihkan keseimbangan akal sehat selama itu dibutuhkan. Karyanya ialah memberikan struktur produksi di mana para pekerja film lainnya dapat membuat dan menjalankan visinya.

Pekerjaan Manajer Produksi

Berikut ialah peran manajer produksi berdasarkan The Directors Guild of America (DGA):

  • Menyiapkan rincian dan jadwal pengambilan gambar awal;
  • Menyiapkan atau mengoordinasikan anggaran;
  • Mengawasi pencarian dan survei semua lokasi serta menyelesaikan pengaturan bisnis pada lokasi yang sama;
  • Membantu dalam persiapan produksi;
  • Mengawasi penyelesaian ”Laporan Produksi” untuk pekerjaan sehari-hari, menunjukkan pekerjaan yang tercakup dan status produksinya, dan mengatur laporan distribusi tersebut sesuai dengan kebutuhan perusahaan;
  • Mengoordinasikan transportasi dan perumahan pemeran, kru, dan staf;
  • Mengawasi pengamanan pembebasan dan menegosiasikan lokasi;
  • Menjaga hubungan dengan otoritas lokal terkait lokasi dan operasi perusahaan.

Yang perlu diketahui ialah, bahwa manajer produksi bukan bekerja dalam ranah kreatifitas. Tugasnya ialah untuk memfasilitasi pekerjaan produser eksekutif, produser, dan sutradara serta menyediakan dan menyiapkan kondisi kerja yang terbaik bagi mereka. Tanpa manajer produksi, sutradara tidak akan memiliki ruang kreatif untuk bekerja dengan aktor dan personel lain untuk mengubah skenario menjadi sebuah karya seni. Ia juga bertanggungjawab atas kendali semua aspek organisasi, manajerial, keuangan, dan logistik dari produksi.

Jika sutradara menginginkan hasil terbaik pada film yang digarapnya, berapa pun biayanya, manajer produksi nantinya akan bertanggungjawab untuk menghindari pembengkakan anggaran. Itulah tugasnya, menyelesaikan produksi sesuai anggaran dan tepat waktu. Dengan demikian, seorang manajer produksi harus berani menghadapi stres dan konflik disamping tetap bisa menjadi psikolog dan diplomat yang cukup handal di lokasi shooting karena untuk menghindari melukai ego dan perasaan pada kru lainnya.

Keterlibatan Manajer Produksi

Manajer produksi, biasanya terlibat setelah perusahaan produksi menyetujui skenario, sudah memiliki sebagian pembiayaan, dan siap memasuki pra-produksi. Ia menemani proyek sejak mulai pengambilan gambar sampai semua tugas terkait pengambilan gambar tercapai. Dan hal itu tentunya memakan waktu dan menguras tenaga. Terkadang pula, ia harus tetap di pasca-produksi karena adanya pekerjaan efek digital khusus.

Tidak menutup kemungkinan, bahwa manajer produksi tidak hanya terlibat dalam satu proyek produksi saja, tetapi juga bergabung dalam proyek lain. Inilah biasanya manajer produksi yang profesional. Ia bisa bekerja lebih dari satu produksi.

Sebelum mengatur izin pengambilan gambar, manajer produksi harus mencari dan melakukan riset lokasi; sebelum menyewa peralatan, harus mengatur asuransi dan harus mendapatkan berbagai kesepakatan penawaran terbaik; dan sebelum meminta izin lokasi resmi, ia harus memastikan bahwa jadwal sudah ada dan persyaratan asuransi lainnya terpenuhi.

Tips Praktik Kerja Manajer Produksi

Sebagai seorang manajer produksi, diharapkan untuk mengetahui setiap detail dari setiap unit selama fase produksi. Seyogianya, log telepon yang berisi catatan tentang percakapan: saat panggilan terjadi, dengan siapa berbicara, apa yang didiskusikan, dan keputusan atau kesepakatan apa pun yang dicapai, merupakan ide yang baik untuk membuat jejak.

Selain itu, tulis semua kesepakatan yang melibatkan komitmen, keuangan, izin, dan kesepakatan lainnya. Untuk perlindungan diri sendiri, sebaikanya manajer produksi harus selalu dapat melacak bagaimana keputusan dibuat, oleh siapa, dan terjadi pertimbangan apa. Hal itu dilakukan untuk menghindari dikambing-hitamkan ketika ada ketidakberesan dalam produksi.

Perusahaan produksi, biasanya menginginkan manajer produksi untuk menetapkan anggaran sehingga dapat mengumpulkan dana yang diperlukan. Hal tersebut dapat dicapai jika skenario sudah clear.

Dengan demikian, kendatipun seorang manajer produksi dianggap remeh, tetapi pekerjaannya ternyata tidak remeh dan bahkan sangat berliku.

{
  "credit title": {
    "author": "Padma Aksara Barya",
    "editor": "Nashrullah Ali Fauzi",
    "category": "Esai Teoritis",
    "canonical publication": "Monoskrin"
  }
}

Monoskrin

Monoskrin adalah situsweb yang mempublikasikan artikel-artikel tentang penciptaan sekaligus pengkajian film secara global.

Log

Perihal esai/artikel studi sinema.

Riset

Perihal penelitian film.

Nawala Monoskrin

Dikirim setiap ada konten terkini