Film sebagai Dunia Bisnis

· Alia Ali
Film sebagai Dunia Bisnis

Untuk mengumpulkan uang pada produksi, produsen harus mencari perusahaan atau studio produksi yang bersedia memberikan pendanaan. Di sinilah proses pengemasan dimulai. Produser harus menciptakan keseluruhan pengemasan film yang menarik. ”Nama” aktor yang akan menjamin kesuksesan film pun harus ditemukan. Selain itu, seorang produser juga harus mencari sutradara ternama untuk menjamin pemodal bahwa produknya akan menciptakan profesionalitas dan memiliki keunggulan.

Kendatipun demikian, ”nama” aktor dan sutradara hanya akan setuju untuk berada dalam sebuah film jika ada jaminan dalam distribusi. Oleh karena itu untuk mendapatkan kontrak distribusi, diperlukan adanya komitmen dari pihak keduanya—aktor dan sutradara.

Akhirnya, dapat dipahami bahwa film adalah sebuah produk, sedangkan hiburan adalah sebuah bisnis. Segala sesuatu dan semua orang yang terlibat dalam bisnis tersebut dinilai dengan kriteria sederhana: akankah keterlibatan tersebut dapat meningkatkan peluang produk untuk dijual, dilihat, dan menghasilkan untung.

Sutradara dan Kru Film yang Terlibat dalam Pembuatan Film
Film merupakan sebuah bisnis, karena pembuatan film melibatkan berbagai profesi.

Tabel Konten
  1. Proses ”Development”
  2. Proses Pra-Produksi Film
  3. Proses Produksi Film
    1. Blocking
    2. Pencahayaan (Lighting)
    3. Final Rehersal
    4. Shooting
  4. Proses Pasca-Produksi Film

Proses ”Development”

Setelah produser mendapatkan inspirasi terhadap sebuah film, telah mendapatkan hak untuk pemutaran layar atau materi lain yang akan menjadi dasar film tersebut, dan telah memperoleh komitmen dari aktor dan sutradara, dia pun siap untuk melakukan pitch lagi. Hal tersebut merupakan titik di mana manajer produksi sudah dapat masuk dalam sebuah produksi film. Produsen harus memiliki anggaran untuk mengetahui jumlah uang yang akan diminta. Produser yang tidak bisa atau tidak ingin memecahkan skenario atau menyusun anggaran sendiri, ia harus mencari seorang manajer produksi untuk melakukan ini.

Manajer produksi yang menerima kesepakatan tersebut harus memastikannya secara tertulis. Perjanjian tersebut harus menjelaskan jumlah uang yang harus dibayarkan kepada seorang manajer produksi terhadap pekerjaannya.Tanpa kesepakatan, tidak ada produsen yang benar-benar dapat menjamin bahwa manajer produksi akan dipekerjakan. Namun, terkadang pula ada pemodal yang menginginkan untuk memberi kesempatan kepada teman atau kerabat dalam posisi penting sebuah produksi film.

Ketika sejumlah besar uang telah diterima muka dan sudah siap untuk digunakan, maka tahap pengembangan film pun sudah bisa dipindahkan ke praproduksi.

Proses Pra-Produksi Film

Pekerjaan yang harus diselesaikan oleh manajer produksi selama praproduksi antara lain: melakukan perincian skenario, menjadwal pengambilan gambar, pencarian lokasi, anggaran, kesting dan perizinan, mempekerjakan staf dan kru, pengawasan unit, persewaan peralatan dan persediaan, pengawasan lab, layanan penggajian, asuransi, persiapan pasca-produksi, dan sebagainya.

Proses Produksi Film

Setelah tugas di pra-produksi selesai, kemudian sudah bisa masuk ke dalam proses produksi, di mana dalam proses ini pengambilan gambar dimulai. Supaya dalam pengambilan gambar tidak ada gangguan dan seluruh kebutuhan logistik terpenuhi, seorang manajer produksi harus turun tangan untuk bertanggungjawab. Selain itu, menajer produksi juga harus memantau anggaran sesuai dengan arus kas, agar tidak terjadi kebocoran dana.

Secara bersamaan, manajer produksi di kantor produksi dan asisten direktur di lokasi shooting, bertanggung jawab atas arus informasi. Mereka harus memastikan bahwa setiap orang yang terlibat dalam proses produksi—staf, kru, dan pemeran—tahu apa yang sedang terjadi, kapan, dan di mana.

Di lokasi, asisten direktur bertanggung jawab atas kontinuitas aktivitas di lokasi. Dia harus terus memberi informasi kepada manajer produksi tentang status produksi dan bertanggung jawab untuk mematuhi peraturan, termasuk istirahat makan siang tepat waktu dan dokumen yang diselesaikan dengan benar.

Ada empat proses yang terjadi di lokasi shooting, antara lain:

  1. Blocking
  2. Pencahayaan (Lighting)
  3. Final Rehersal
  4. Shooting

Blocking

Selama proses ini, seorang sutradara mengatur pengambilan gambar, menentukan tampilan layar dan film. Dalam proses ini juga merupakan waktu untuk mengambil keputusan kreatif dan bekerja dengan para pemain. Para pemain harus mengulangi tindakan (action) mereka beberapa kali sampai benar-benar menemukan komposisi dan gerakan yang sempurna. Para pemain sebenarnya tidak seutuhnya tampil selama fase ini, tetapi mereka hanya menentukan posisi ketika nanti mereka mulai main.

Para kru dan anggota lainnya, selama proses ini dilarang melakukan percakapan. Hal tersebut dikarenakan mengganggu konsentrasi kerja sutradara dengan pemain. Selain itu juga dapat membuat kerja produksi tidak lancar dan bertendensi lama.

Berikut orang-orang yang diperlukan di lokasi selama proses blocking:

  • Pemain
  • Sutradara
  • DoP
  • Asisten direktur
  • Pengawas skrip
  • Pengawas efek khusus (jika diperlukan

Selain yang di atas tersebut, harus menjauh dari lokasi dan/atau set dan harus diam. Seorang asisten direktur harus memastikan bahwa tidak ada yang melanggar peraturan tersebut dan kerja produksi berjalan lancar dan cepat.

Pencahayaan (Lighting)

Dalam proses ini, DoP, kru grip, kru kelistrikan, dan kru kamera, mulai menetapkan struktur teknis di mana pemandangan akan diambil. Hal ini dimungkinkan setelah proses blocking selesai, posisi telah ditandai, dan DoP memahami apa yang diinginkan oleh sutradara.

Selama proses ini, orang lain selain tersebut di atas juga tidak boleh mengganggu pekerjaan teknis. Jika ada efek khusus, maka seorang pengawas efek khusus ikut-serta di lokas untuk memastikan bahwa fotografi mampu mencakup semua aspek yang diperlukan nantinya.

Para pemain berada di ruang wardrobe dan riasan, bersiap untuk latihan terakhir dan pemotretan selama proses ini. Sementara itu DoP memperkirakan kapan set akan siap digunakan dan asisten sutradara mengkomunikasikan kepada para pemain sehingga mereka akan siap ketika dibutuhkan. Asisten direktur pun harus mengetahui keberadaan para pemain setiap saat.

Final Rehersal

Jangkauan latihan terakhir (final rehersal) bervariasi dari satu adegan ke adegan lain, dari sutradara ke sutradara, dari pemain ke pemain. Proses ini melibatkan semua unit yang bekerja. Para pemain harus benar-benar siap untuk tampil sebelum proses ini dimulai. Tidak ada perubahan kostum atau riasan, kecuali sedikit sentuhan ulang yang diperbolehkan. Selain pemain, anggota alat peraga, wardrobe, dan kru tata rias harus bersiap jika diperlukan

Sementara itu, seorang asisten sutradara harus memastikan bahwa tidak seorang pun yang berada di lokasi shooting diizinkan untuk pergi. DoP dan gaffer juga tidak diizinkan untuk mengubah pencahayaan.

Shooting

Proses ini dimulai ketika final rehersal usai, dan ketika semua orang sudah dan tahu persis apa yang harus dilakukan. Keheningan wajib dilaksanakan apabila sutradara sudah memberi aba-aba: ”Sound Roll, Camera Roll, and Action!”. Hal tersebut menandakan bahwa proses shooting sedang berlangsung. Kemudian shooting harus berhenti jika sutradara mengatakan: ”Cut!”. Ketika sutradra sudah mendapat gambar sesuai dengan yang diinginkannya, maka ia akan berkata, ”Print!”. Kendatipun demikian, selama set masih menyala, fotografer masih diperbolehkan untuk mengambil gambar.

Dengan demikian, maka adegan pertama pun selesai. Setelah adegan pertama selesai, di adegan berikutnya pun menjalani siklus keempat proses seperti sebelumnya dan asisten sutrdara harus menyiapkan adegan berikutnya. Produksi akan berjalan lancar dan cepat, apabila semua proses dan aturan tersebut dilakukan dengan tepat.

Asisten sutradra dan manajer produksi merinci jadwal hari berikutnya dan menyusun lembar panggilan yang sesuai di akhir setiap hari pengambilan gambar. Lembar panggilan menjelaskan pekerjaan hari berikutnya dan menunjukkan siapa yang akan dibutuhkan dan kapan. Asisten sutradara juga mengisi laporan produksi harian. Informasi tambahan yang diberikan oleh pengawas naskah membantu menajer produksi melengkapi formulir tersebut, yang harus disimpan tidak hanya untuk mencatat kemajuan pengambilan gambar, tetapi juga sebagai dokumentasi untuk perusahaan asuransi.

Proses Pasca-Produksi Film

Ketika produksi usai, tahap selanjutnya ialah memasuki pasca-produksi. Seringkali manajer produksi diminta untuk tetap bekerja, tetapi ia hanya menyimpulkan tugas-tugas yang berkaitan dengan kantor produksi.

Lazimnya, manajer produksi mengatur fase pengeditan terlebih dahulu, termasuk efek suara, musik, optik, dan pencampuran, sebelum ia keluar. Namun, dengan munculnya karya pembuatan film digital dan efek khusus digital, sekarang ini sering berubah menjadi produksi sendiri.

Perencanaan praproduksi yang cermat, eksekusi di tempat kerja, dan pekerjaan yang dipandu komputer yang sering memakan waktu telah menciptakan profesi baru yang disebut supervisor FX. Unit manajer produksi bekerja sama erat dengan orang ini untuk memastikan semua persyaratan anggaran dan tenggat waktu yang diperlukan terpenuhi. Pengawasan keseluruhan dapat ditangani oleh sekretaris produksi, atau aspek tertentu dapat dipandu oleh produsen atau pengawas pasca-produksi.

Akhirnya, kenapa film berhubungan dengan dunia bisnis, selain ia diproduksi untuk khalayak ramai yang harus membayar agar dapat menonton, juga proses pembuatan film melibatkan orang banyak dengan berbagai profesi. Selain itu, pembuatan film juga berkaitan dengan perusahaan yang mendanainya.

{
  "credit title": {
    "author": "Alia Ali",
    "editor": "Nurbaiti Fitriyani",
    "category": "Esai Teoretis",
    "canonical publication": "Monoskrin"
  }
}

Penulis: Alia Ali

Editor: Nurbaiti Fitriyani

Hak Publikasi Kanonis: Monoskrin

Tag: Produksi Film, Teknik Film

Kategori: Esai Teoretis

Lisensi: Creative Commons (CC BY-NC-ND 4.0)

Monoskrin

Monoskrin adalah situsweb yang mempublikasikan artikel-artikel tentang penciptaan sekaligus pengkajian film secara global.

Log

Perihal esai/artikel studi sinema.

Riset

Perihal penelitian film.
Perihal penelitian film.

Nawala Monoskrin

Dikirim setiap ada konten terkini

Iklan dan Advertorial Monoskrin