Proses Produksi dalam Industri Sinema Awal di Amerika Serikat

· Nurbaiti Fitriyani

Di tahun 1908, bioskop telah mengalami peningkatan dari status usaha komersial yang banyak resiko hingga menjadi sebuah industri permanen dan berskala tinggi. Situasi serupa juga terjadi di Benua Eropa dan Inggris, yakni ketika Griffith memasuki bioskop, studio dunia Barat dan nyaris tidak dapat memenuhi permintaan publik atas film baru.

Lebih jauh lagi, adanya kebaruan medium sehingga hampir semua hal yang dapat diproduksi oleh studio—terlepas dari kualitasnya, dilahap oleh jaringan distribusi dan pertukaran internasional.

triangle system dalam industri perfilman
Triangle system (produksi, distribusi, ekshibisi) dalam sinema.

Hampir semua film mengikuti konvensi naratif dari George Méliès dan kontinuitas Edwin S. Porter. Kondisi industri film antara tahun 1907 dan 1913 ini, telah memotivasi praktik produksi yang hemat biaya. Sejak ledakan Nickelodeon hingga munculnya fitur-fitur lain, kecenderungan industri utama adalah ke arah sentralisasi dan standarisasai praktik produksi dan produk film satu-gulungan (one-reel.

Kendatipun demikian, persaingan keuangan di antara perusahaan produksi sangat ketat dan bahkan seringnya tanpa hukum. Meskipun Thomas Edison mengklaim memiliki hak paten pada kamera gambar bergerak, tetapi banyak perusahaan menggunakan versi mesinnya tanpa membayar royalti. Di sisi lain industri film, hubungan antara distributor dan peserta pameran menjadi semakin tegang. Oleh karena undang-undang hak cipta film masih ditentukan oleh pengadilan dan badan legislatif, akhirnya sebagian besar perusahaan produksi film tidak peduli atas hak cipta gambar yang diproduksi.

Tabel Konten
  1. Lika-Liku Perusahaan Film The Motion Picture Patents Company (MPPC)
  2. Munculnya Film Fitur
  3. Bangkitnya Sistem Bintang
  4. Beralih ke Hollywood

Lika-Liku Perusahaan Film The Motion Picture Patents Company (MPPC)

Pada tanggal 18 Desember 1908, perusahaan produksi Amerika yang paling kuat bersatu di bawah kepemimpinan Edison-Biograph dalam asosiasi pelindung perdagangan yang disebut The Motion Picture Patents Company.

Untuk memastikan dominasi di pasar film dunia, distributor domestik terbesar film asing seperti, Edison, Biograph, Vitagraph, Essanay, Kalem, Selig Polyscope, Lubin, Star Film, Pathé Frères, dan Kleine Optical, mengumpulkan enam belas paten Amerika Serikat yang paling signifikan pada teknologi gambar bergerak dan menandatangani kontrak eksklusif dengan Eastman-Kodak untuk penyediaan bahan mentah: film stock.

MPPC, yang juga dikenal sebagai ”Trust”, bertujuan untuk mengontrol setiap segmen industri melalui penerbitan lisensi dan penilaian royalti. Penggunaan paten miliknya hanya diberikan kepada produsen peralatan berlisensi, dan stok film film stock hanya dapat dijual kepada produsen berlisensi. Produsen dan importir berlisensi diharuskan untuk menetapkan harga sewa pada tingkat minimum.

Meskipun dalam parktinya jelas-jelas memonopoli, tetapi MPPC mampu membantu menstabilkan industri film Amerika selama periode pertumbuhan dan perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Film MPPC umumnya statis dan tidak imajinatif dalam naratif sinema, tetapi perusahaan ini tetap menawarkan kepada spektator tingkat kompetensi teknis yang hanya dapat ditandingi oleh beberapa produsen. Jika semua strategi berjalan sesuai rencana, MPPC akan sepenuhnya memenopoli industri film di Amerika Serikat dan sebagian besar dunia Barat di tahun 1911/1912.

Pada awal 1909 sejumlah 10 distributor independen dan sekitar 2000-2500 peserta pameran, menolak perusahaan MPPC. Lantas kemudian pada Januari 1909, mereka membentuk asosiasi perdagang sendiri (Independent Film Protective Association, namun kemudian diatur ulang sebagai National Independent Moving Picture Alliance, yang bertujuan untuk memberikan dukungan keuangan dan hukum terhadap ”Trust”.

Organisasi anti-”Trust” yang lebih efektif dan kuat adalah Motion Picture Distributing and Sales Company, yang mulai beroperasi di bulan Mei 1910. Selama hampir dua tahun, para independen mampu menghadirkan front persatuan melalui Sales Company, yang akhirnya terpecah menjadi dua kubu saingan pada 1912: Mutual Film-Supply Company dan Universal Film Manufacturing Company.

Dengan meniru praktik MPPC, para independen awal tersebut mampu bersaing secara efektif melawan Trust. Dalam tiga tahun pertama, para perusahaan independen tersebut meraup sekitar 40 persen keuntungan dari semua bisnis film Amerika.


Munculnya Film Fitur

Film multiple-reel, yang kemudian disebut fitur feature, telah diterima secara umum pada tahun 1911 dengan keluarnya impor film Eropa, yakni The Crusaders dan Dabte’s Inferno. Namun, yang lebih persuasif adalah keberhasilan besar orang Amerika dari tontonan Italia Quovadis?. Film yang disutradari oleh Enrico Guazzoni (1876–1949) untuk Cines Company, film ini berisi banyak adegan dan efek khusus yang membuat penonton terpesona selama waktu tayang lebih dari dua jam. Hal itu membuktikan kepada produsen Amerika bahwa masa depan sinema Italia setidaknya sebagian dalam film fitur.

Keberhasilan film tersebut secara internasional begitu hebat sehingga memungkinkan Italia untuk menguasai sebagian besar pasar dunia sampai pecahnya Perang Dunia I. Kemudian kemunculan film ini diikuti oleh blockbuster pada awal 1914, menghadirkan karya dari Giovanni Pastrone (1883–1959) berjudul Cabiria.

Pada mulanya, terdapat kesulitan dalam pendistribusian film fitur, karena pertukaran terkait dengan MPPC dan pihak independen yang biasanya menggunakan one-reel short yang dibuat dengan harga murah. Karena nilai produksinya yang lebih rumit tesebut, film fitur memiliki biaya yang relatif lebih tinggi. Namun, pada tahun 1914, aliansi distribusi unggulan nasional yang mengorelasikan harga biaya film dengan tanda terima box-office, seperti Adolph Zukor dan Jesse L. Lasky Paramount, Fitur Warners, dan World Film Company Lou Selznick. Pertukaran baru ini pun mendemonstrasikan keuntungan ekonomi dari film multi-gulungan (multiple-reel) dibandingkan film pendek.

Untuk mengakomodasi film-film baru dan penonton baru, bioskop jenis baru pun bermunculan di seluruh negeri. Pertama adalah Strand 3.300 kursi, dibuka oleh Mitchell L. Marks di teater Broadway di Manhattan pada tahun 1914. Kedatangan mereka tersebut menandai berakhirnya era Nickelodeon dan dimulainya sistem studio Hollywood.


Bangkitnya Sistem Bintang

Upaya MPPC memonopoli industri film melalui penyatuan paten dan lisensi didasarkan pada pengalaman Edison dengan fonografnya, tetapi gagal untuk mengantisipasi pasar, terutama resistensi yang meluas dari para independen. Masalah lain yang dinilai buruk oleh MPPC ialah kekuatan strategi pemasaran yang dikenal sebagai ”sistem bintang” (star system).

Sistem bintang merupakan sebuah sistem yang dipinjam dari teater yang melibatkan penciptaan dan pengelolaan publik tentang pemain kunci dan/atau bintang, untuk merangsang permintaan film. Awalnya, produser MPPC khawatir bahwa dengan menggunakan nama asli seroang aktor, aktris, dan sutradara dalam kredit atau iklan, nantinya tentu akan berakibat adanya pengikut bagi bintang tersebut dan dengan demikian tentu saja menuntut gaji yang lebih tinggi.

Pada tahun 1911, Vitagraph, Lubin, dan Kalem sudah mulai memublikasikan para bintang mereka. Namun, Biograf menolak perubahan tersebut hingga akhirnya di tahun 2013 baru mau mulai mengiklankan nama-nama aktor dan direktur utamanya, tak terkecuali D. W. Griffith. Ketenaran para bintang pun dengan cepat mulai memperoleh mythic dimension yang menjadikan dasar kebijakan produksi di sinema Amerika selama lima puluh tahun ke depan.

Beralih ke Hollywood

Lima puluh tahun tersebut dihabiskan secara eksklusif di Los Angeles, yang semula merupakan kota industri kecil yang disebut Hollywood—hasil dari migrasi massal perusahaan produksi dari Timur yang terjadi antara 1907 dan 1913. Hal tersebut terjadi karena banyaknya permintaan film baru setiap minggunya. Akhirnya jadwal yang sistematis pun diperlukan selama produksi untuk mengantisipasi keadaan shooting di luar ruangan dalam kondisi cahaya yang dapat langsung dari alam. Dan hal seperti ini tidak dapat dilakukan di sekitar New York dan Chicago.

Lebih dari 70 persen, Los Angeles menyediakan jenis iklim yang dibutuhkan untuk produksi sepanjang tahun dan berbagai topografi dalam radius 50 mil dari Hollywood, termasuk pegunungan, lembah, danau, pulau, hutan, laut, dan gurun. Bahkan Mediterania dapat disimulasikan di garis pantai Pasifik.

Selain itu ialah status Los Angeles sebagai pusat teater profesional dengan pajak yang rendah dan adanya tenaga kerja serta tanah yang murah. Dengan faktor tersebut memungkinkan perusahaan produksi yang baru tiba untuk membeli puluhan ribu hektar tanah yang akan dijadikan studio, standing-sets, dan back lots. Antara 1908 dan 1912, akhirnya banyak dari perusahaan independen pindah secara permanen ke Hollywood. Beberapa anggota MPPC pun mulai merekam film di sana secara musiman. DW Griffith, misalnya, pertama kali membawa kru Biografnya ke barat untuk musim dingin pada tahun 1910, dan dia melanjutkan praktik ini sampai dia meninggalkan Biograf pada tahun 1913 untuk bekerja di California Selatan.

Pada tahun 1915, sekitar 15.000 karyawan dipekerjakan oleh industri film di Hollywood. Dan lebih dari 60 persen produksi Amerika dipusatkan di sana. Di tahun yang sama juga, Variety melaporkan bahwa investasi modal dalam film Amerika telah melebihi $ 500 juta. MPPC secara fungsional tidak beroperasi sejak 1914 Karena praktik bisnisnya yang buruk. Dan akan dibubarkan secara resmi pada tahun 1918, sebagai akibat dari anti-Trust yang diprakarsai oleh Wilson pada tahun 1912.

Dengan demikian, perusahaan film baru paling kuat di ibukota adalah perusahaan independen: Famous Players–Lasky Corporation (menjadi Paramount Pictures, 1935), dibentuk oleh penggabungan Famous Players Film Company-nya Adolph Zukor dengan Feature Play Company-nya Jesse L. Lasky, dan Paramount pada tahun 1916; Universal Pictures, didirikan oleh Carl Laemmle pada tahun 1912 dengan menggabungkan IMP dengan Powers, Rex, Nestor, Champion, dan Bison; Goldwyn Pictures, didirikan pada 1916 oleh Samuel Goldfish (kemudian Goldwyn) dan Archibald Selwyn; Metro Pictures dan Louis B. Mayer Productions, didirikan oleh Louis B. Mayer pada tahun 1915 dan 1917; dan Fox Film Corporation (kemudian menjadi 20th Century Fox, 1935), yang didirikan oleh William Fox pada tahun 1915.

Setelah Perang Dunia I, para pemain ini bergabung dengan Loew Inc. (perusahaan induk MGM, oleh perusahaan penggabung Metro, Goldwyn, dan Mayer, 1924), sebuah rantai pameran nasional yang diorganisir oleh Marcus Loew dan Nicholas Schenck pada tahun 1919; First National Exhibitors Circuit Inc. (setelah 1921, Associated First National Pictures Inc.).

Sekelompok peserta pameran independen mendirikan fasilitas produksinya sendiri, seperti Warner Bros yang didirikan di Burbank pada tahun 1922. Pictures yang didirikan oleh Harry, Albert (”Abe”), Sam, dan Jack Warner pada tahun 1923; dan Columbia Pictures, didirikan pada tahun 1924 oleh Harry dan Jack Cohn.

Organisasi-organisasi tersebut, akan menjadi tulang punggung studio Hollywood. Para organisasi yang merupakan peserta pameran independen tersebut pun telah mengecoh MPPC (Trust). Dan mereka mencapai puncak keberhasilan melalui seseorang yang jenius dalam memanipulasi keuangan dalam ledakan film fitur pasca-Nickelodeon, menggabungkan perusahaan produksi, mengorganisir jaringan distribusi nasional, dan akhirnya memperolah rantai teater yang luas.

Kebanyakan dari mereka ialah dari Eropa Timur, sedikit yang berlatar pendidikan formal. Keadaan ini menjadi bermasalah selama tahun 1920-an, yakni ketika film menjadi media massa yang merupakan bagian dari kehidupan setiap warga negara Amerika dan ketika Hollywood menjadi pemasok utama budaya Amerika ke dunia.


Di tahun 1914 merupakan tahun krusial bagi industri film Amerika. Pada saat ini, film fitur meraih kemenangannya nyaris sepenuhnya dalam satu dan dua-reeler. Keuntungan pun melonjak seiring dengan biaya serta industri yang berkembang pesat ke segala arah.

Vitagraph, Lubin, Selig, dan Essanay bertahan sementara dengan bergabung sebagai VLSE. Kemudian, meskipun berumur pendek tapi perusahaan independen ini sangat penting, yakni Mutual, Reliance, dan Keystone digabungkan untuk membentuk Triangle Film Corporation.

Pasar baru yang semakin luas jaringannya untuk film berdurasi panjang pun menghasilkan perubahan yang begitu memuaskan, baik dalam struktur maupun skala industrinya. Oleh sebab film-film panjang tersebut berlipat ganda, dan gaji para bintang serta pembayaran hak layar lebar meningkat drastis, biaya produksi pun naik dari antara $ 500-$ 1.000 per film menjadi antara $ 12.000-$ 20.000. Selama periode ini, dipastikan keuntungan produksi melalui promosi sistem bintang dan periklanan berskala besar meningkat. Selain itu, produsen juga membeli beberapa cara distribusi secara nasional untuk melipatgandakan laba.


Bangkitnya kekuasaan Hollywood dijamin oleh Perang Dunia I, yang untuk sementara menghilangkan persaingan Eropa—terutama Prancis dan Italia, dan memberikan dominasi Amerika Serikat atas pasar film dunia selama lima belas tahun ke depan, bahkan sampai konfigurasi pasar berubah karena datangnya suara.

Sinema Amerika Serikat, menjadi makmur selama perang di bawah keamanan ekonomi dan politik yang tiada menandingi. Kendatipun di tahun 1914, Amerika Serikat memproduksi hanya setengah dari film dunia, tetapi ditahun 1918 Amerika memproduksi film secara penuh sesuai dengan film dunia. Dengan demikian, selama empat tahun, Amerika menjalankan kendali penuh atas pasar internasional dan mendirikan sitem distribusi dunia yang tangguh. Sementara itu, antara tahun 1914 dan 1918, dunia pada umumnya—temasuk Asia dan Afrika (kecuali Jerman yang berperang), menyorot film-film Amerika.

Pada tahun 1919, setelah Perjanjian Versailles, 90 persen dari semua film yang diputar di Eropa adalah film Amerika. Selama tahun 1920-an, Eropa mengalami penurunan yang cukup drastis, tepat ketika Jerman dan Uni Soviet menjadi kekuatan utama dalam perfilman dunia dan ketika negara-negara lain berusaha melindungi industri mereka dengan undang-undang perlindungan.

Kendatipun demikian, Perang Dunia I telah menempatkan industri film Amerika pada posisi kepemimpinan ekonomi dan artistik yang tidak dapat ditandingi—sebuah posisi yang akan dipertahankan hingga datangnya suara.

{
  "credit title": {
    "author": "Itiabrun Inayirtif",
    "editor": "Nashrullah Ali Fauzi",
    "category": "Esai Teoritis",
    "canonical publication": "Monoskrin"
  }
}

Monoskrin

Monoskrin adalah situsweb yang mempublikasikan artikel-artikel tentang penciptaan sekaligus pengkajian film secara global.

Log

Perihal esai/artikel studi sinema.

Riset

Perihal penelitian film.

Nawala Monoskrin

Dikirim setiap ada konten terkini