Sinema Ketiga dan Dokumenter Militan

· Nawa Dasa Satsata

Akhir 1960-an merupakan hari-hari yang sengit atas sinema revolusioner. Pada periode ini, film dominan dan hegemoni Hollywood sebenarnya dilawan. Produk yang khas dari periode ini adalah dokumenter militan Avant-Garde, baik dalam Dunia I dan Dunia III.

Sinema Ketiga
Sinema ketiga yang melibatkan orang dari Dunia Ketiga.

Tabel Konten
  1. Hour of the Furnaces
  2. The Battle of Chile
  3. Pebedaan strategi antara film Hour dengan The Battle of Chile

Hour of the Furnaces

Jika ada dua Avant-Garde, formal dan teoritis-politis, maka film Argentina ”La Hora de Los Harnos” (Hour of the Furnaces, 1968), oleh Fernando Solanas dan Octavio Getino, tentunya menandai salah satu puncak dari konvergensi mereka.

Pada akhir 1960-an merupakan ”waktu yang membara” (hour of the furnaces), dan Hour of the Furnaces sebagai produk inti dari periode-periode tersebut, di bawah egis (perisai atau simbol dada dari keagungan yang dikaitkan dengan Zens dn Athena) yang simbolis dari Frantz Fanon, Che Guevara, dan Ho Chi Minh.

Politik tripartitdari film Hour of the Furnaces yang distruktur:

  1. Neokolonialisme dan Kekerasan:
    • Menyatakan bahwa Argentina sebagai campuran dari pengaruh Eropa: ”British Gold, Italian Hands, French Books”. Sebuah rangkaian (’The Daily Violence’, ’The Oligarchy’, ’Dependency’) yang menjelajahi berbagai bentuk dari penindasan Neocolonial.
  2. Sebuah Aksi Atas Kebebasan:
    • Membagi lagi menjadi ”Chronicle of Peronism”, kekuasan Peron dari 1945 sampai penurunan tahtanya di 1955. ”Chronicle of Resistence”, perincian perjuangan perlawanan hingga pengasingan Peron.
  3. Kekerasan dan Kebebasan:
    • Terdiri dari sebuah rangkaian yang tidak terbatas dari interview, dokumen, dan testimonial.

Secara sembunyi-sembunyi, Hour of the Furnaces difilmkan dalam kerjasama dengan kader-kader militan, hal itu dibuat dalam celah sebuah sistem dan yang menentang sebuah sistem.

Film tersebut membantah hegemoni dari model dominan Sinema Utama (First Cinema) dan Auteurism—Sinema Kedua (Second Cinema), menawarkan Sinema Ketiga (Third Cinema) yang independen dalam produksi, militan dalam politik, dan eksperimental dalam bahasa.

Fitur Hour yang paling menonjol adalah tentang keterbukaan (openness). Namun, mengingat ’openness’ dalam seni biasanya membangkitkan banyak makna dan keserberagaman yang dikalkulasi dari pembacaan sama yang masuk akal. Keterbukaan film terletak pada, 1). Proses produkis; 2). Sebagai sebuah teks.

Film ini menyampaikan gagasan yang murni tentang identitas budaya, seolah-olah ada identitas asli Argentina yang bebas dari pengaruh budaya Eropa dan Amerika Utara.

The Battle of Chile

Dokumenter militan lain dari periode yang sama, La Batalla de Chile (The Battle of Chile, 1973-6), oleh Patricio Guzman dan Equipe Tercer Ano kolektif memberikan perbandingan yang jelas dengan Hour. Diambil selama periode pemerintahan Allende di Chili. Film ini secara kolektif dituliskan dalam panasnya militansi, yang cukup berbahaya bagi para pembuat film.

Guzman dan rekan-rekannya adalah bagian kiri Marxis non-sektarian, sayap intelektual dari gerakan massa yang pada tahun 1970 telah menghasilkan manifesto yang menyerukan ”sinema revolusioner”.

Seperti Hour, The Battle of Chile adalah film panjang epik (empat setengah jam) yang dibagi menjadi tiga bagian: 1). ”Insurrection of the Bourgeoisie”; ”The Coup d'Etat”; dan ”Popular Power”. Perbedaan antara Hour of the Furnace dan The Battle of Chile dimulai dengan genre: jika Hour adalah agitprop, sedangkan The Battle of Chile adalah film dokumenter analitik.

Pebedaan strategi antara film Hour dengan The Battle of Chile

Hourof the Furnace

  • Secara konstan menuntut efek retorik
  • Menggunakan musik non-diegetik
  • Editing yang terpengaruh tidak hanya dari Eisenstein dan Avant-Garde, tapi juga iklan TV

The Battle of Chile

  • Menjauhkan dari retorik
  • Hanya menampilkan musik diegetik
  • Tidak menonjolkan editingnya
{
  "credit title": {
    "author": "Nawa Dasa Satsata",
    "editor": "Nurbaiti Fitriyani",
    "category": "Esai Teoritis",
    "canonical publication": "Monoskrin"
  }
}

Monoskrin

Monoskrin adalah situsweb yang mempublikasikan artikel-artikel tentang penciptaan sekaligus pengkajian film secara global.

Log

Perihal esai/artikel studi sinema.

Riset

Perihal penelitian film.

Nawala Monoskrin

Dikirim setiap ada konten terkini