Teori Montase Soviet dan Kontribusi Sergei Eisenstein dalam Sinema

· Eleanor Lutz

Teori montase Soviet atawa Rusia hanyalah sebuah istilah untuk menjuluki teknik editing film yang dicetuskan oleh orang Rusia. Ketika menengok kembali beberapa tokoh paling terkenal dalam sejarah editing film, apalagi kalau lebih spesifik merujuk terhadap istilah teori montase Soviet, tentunya akan terlintas nama Sergei Eisenstein.

Teori Montase Soviet dan Sergei Eisenstein
Sergei Eisenstein (karya Pascal Kirchmair)
Tabel Konten
  1. Siapa Sergei Eisenstein?
  2. Lahirnya Montase dalam Film
  3. 5 Jenis Metode Montase Soviet dalam Film

Sahih untuk dipahami bahwa pendekatan teoretis pada editing film sama pentingnya dengan praktis. Melalui penyuntingan film, seseorang didorong untuk menciptakan makna dan pemahaman di balik urutan pengambilan gambar (shot) sehingga pada akhirnya film memiliki adegan, nada, dan cerita. Ini pula yang ada dalam teori montase Soviet (Soviet montage) Sergei Eisenstein, bahwasanya teknik pemotongan gambar seyogianya memiliki makna.

Secara am, editor film sama seperti arsitek. Mereka harus memetakan, membangun, merobohkan, memasang kembali, dan menciptakan karya seni. Ini adalah keahlian, sama seperti posisi apa pun dalam industri media. Teknik dan kerangka teori di balik penyuntingan menghasilkan ringkasan definisi, konsep abstrak, dan metode yang berbaur dengan mulus—dan dalam beberapa kasus, tidak demikian—ke dalam narasi dan mempromosikan bentuk-bentuk bercerita yang masih dipraktikkan hingga saat ini.

Siapa Sergei Eisenstein?

Lahir di Riga, Latvia pada tahun 1898, Eisenstein memiliki nama panjang Sergei Mikhailovich Eisenstein. Ia sering dipahami terutama sebagai ahli teori editing film atau montase. Teori montase yang dicetuskan Eisenstein ini berawal dari Revolusi Rusia. Itulah akhirnya disebut dengan montase Soviet.

Sergei Mikhailovich Eisenstein
Sergei Mikhailovich Eisenstein

Montase Soviet Eisenstein, selain bertujuan untuk estetika film, juga sebagai alat propaganda antara pemerintah Rusia dengan masyarakatnya. Pemikiran Eisenstein tentang montase Soviet ini merupakan pusat pemikirannya tentang sinema serta pada praktik filmnya.

Kenapa montase?

Bagi Eisenstein, bidikan (shot) adalah unit dasar dari sinema. Bidikan memperoleh makna ketika ditempatkan ke dalam suatu kesinambungan. Bagi Eisenstein "montase adalah konflik". Dengan demikian, film adalah juga konflik.

Bentuk spasial dan waktu, bagi Eisenstein, dapat dipecah dalam montase. Pun bisa membebaskan seniman dari konstruksi artifisial dan pengeditan kontinuitas untuk membangun "bahasa film puitis".

Eisenstein, menyamakan montase seperti dengan metode pembuatan film revolusioner yang berusaha mendidik massa yang sedang berjuang. Hal ini, sebagai contoh montage dalam film, misalnya dapat dilihat dalam film Strike (1925), Battleship Potemkin (1925), Oktober: Ten Days That Shook the World (1928).

Battleship Potemkin
Battleship Potemkin

Lahirnya Montase dalam Film

Kata 'montage' berasal dari bahasa Prancis sebagai istilah untuk menggambarkan hubungan potongan-potongan individu, apakah itu film, musik atau gambar, menjadi satu kesatuan yang kohesif. Namun, untuk memahami mengapa montase (montage) menjadi komponen utama sinema Soviet, perlulah untuk melihat bagaimana industri bisa mencapai titik itu.

Semula berawal dari Lev Kuleshov, yang pada 1920 mencoba bereksperimen mengedit film. Ia adalah salah seorang profesor terkemuka di Moscow Film School dan VGIK tahun 1919, tepatnya ketika terjadi Revolusi Rusia.

Selanjutnya, pada tahun 1923, Vladimir Lenin dan Bolshevik merebut kendali pemerintah Rusia. Pada akhirnya terjadi periode perubahan radikal, baik secara sosial maupun ekonomi. Akibatnya, sangat sulit untuk menemukan stok film di Rusia, sehingga orang-orang dibiarkan mempelajari film daripada membuatnya.

Lev Kuleshov, bersama murid-muridnya, mendalami proses editing film dengan teliti. Selama masa jabatan profesornya, Lev Kuleshov merilis sebuah film pendek yang kemudian menjadi dasar dari Teori Montase Soviet. Ide Lev Kuleshov ini akhirnya dikenal dengan Kuleshov effect.

Adanya Revolusi Rusia berarti ada permintaan besar pada propaganda. Kaum revolusioner seperti Lenin berpendapat bahwa film adalah cara ideal untuk menyampaikan ide-ide revolusioner kepada orang-orang yang tidak bisa membaca.

Pembuat film seperti Sergei Eisenstein dan Dziga Vertov akhirnya menganggap sistem kontinuitas adalah 'borjuis' karena memalsukan kenyataan. Mereka percaya pada 'dialektika' Marxis, yakni tentang konflik antar ide. Eisenstein ingin menggunakan sinema untuk membangkitkan emosi dan menginspirasi penonton untuk mendukung revolusi.

Setelah mempelajari film Griffith, eksperimen montase Lev Kuleshov dan teknik editing Esfir Shub, Eisenstein menjadi yakin bahwa melalui sinema dapat memanipulasi ruang dan waktu untuk menciptakan makna baru, khususnya jika gambar-gambar itu tidak hanya terhubungkan, tapi disandingkan (seperti yang disarankan Kuleshov).

Eisenstein percaya bahwa tugasnya sebagai seniman adalah untuk berkontribusi pada kehidupan baru untuk negaranya, dengan penuh semangat merangkul media film sebagai alat komunis yang paling efisien propaganda.

5 Jenis Metode Montase Soviet dalam Film

Sergei Eisenstein menerapkan 5 metode montase ke dalam film-filmnya, yakni montase intelektual (intellectual montage), montase metrik (metric montage), montase ritmis (rhythmic montage), tonal montage, overtonal montage.

Dalam buku Film Form karya Sergei Eisenstein, termaktub 5 jenis metode montase Eisenstein:

  1. Montase Metrik (Metric Montage);

    Kriteria metode metrik montase ini adalah film dipotong per-bingkai (frame). Potongan-potongan tersebut digabungkan menjadi satu menurut panjangnya, dalam skema formula yang sesuai dengan ukuran musik.

    Metode montase ini terinspirasi oleh tempo sebuah partitur musik. Lazimnya digunakan untuk menciptakan kecepatan visual dalam adegan film dengan memotong ke bidikan berikutnya.

  2. Montase Intelektual (Intellectual Montage);

    Ide di balik film pendek Kuleshov adalah untuk menggabungkan satu bidikan (shot) dari aktor populer Ivan Mosjoukine dengan tiga bidikan berbeda: pertama adalah semangkuk sup, yang kedua adalah seorang gadis di dalam peti mati, dan yang ketiga adalah seorang wanita berbaring di sofa.

    Tujuan di balik metode tersebut adalah untuk membuat montase di mana kombinasi bidikan akan membangkitkan sesuatu yang berbeda setiap saat, seperti rasa lapar (sup), kesedihan (peti mati), dan hasrat (wanita).

    Kuleshov dikreditkan dengan perintis membangkitkan emosi melalui kontras gambar, oleh karena itu teknik ini dikenal sebagai efek Kuleshov.

  3. Montase Ritmik (Rhythmic Montage);

    Metode montase ini berfungsi untuk menentukan panjang potongan. Penentuan panjang potongan memberi jalan pada hubungan fleksibel dari panjang aktual. Metode montase ritmis ini, panjang sebenarnya tidak sesuai dengan panjang potongan yang ditentukan secara matematis menurut rumus metrik. (belum membuat pembaca paham.)

  4. Tonal Montage;

    Metode montase ini merupakan elemen komparatif dalam visual, suara, dll, yang terbawa dari satu adegan ke adegan berikutnya. Metode montase tonal ini juga ialah penggunaan dua bidikan (shot) atau lebih yang saling mendukung satu sama lain dan bisa membangun suatu tema.

    Sesuai dengan namanya, tonal montage berfungsi untuk membantu menetapkan nada adegan melalui pengeditan bidikan bersama-sama yang memiliki tujuan tematik yang sama.

  5. Overtonal Montage;

    Dengan kata lain, metode montase ini adalah gabungan dari montase metrik, ritmis, dan tonal. Koeksistensi ini membangun gagasan tentang konflik antara nada primer dan nada sekunder. Secara keseluruhan, metode montase ini adalah tentang penggabungan tema.

    Misalnya, seorang ibu yang melahirkan bisa diedit dengan kematian peran matriarkal keluarga. Saat satu ibu pergi, yang lain tercipta.

    Jika menengok dari film Eisenstein, contoh dari metode montase ini ada dalam Battleship of Potemkin. Adegan ini menggunakan keempat jenis pembuatan film Montage untuk mendapatkan efek.

    Salah satu adegan yang menonjolkan metode montase tersebut adalah bayi di kereta yang jatuh dari tangga, yang merupakan contoh bagus dari intellectual montage, karena menggunakan keadaan tragis untuk membangkitkan respons emosional dari penonton.

Demikianlah, dapat diejawantahkan bahwa dalam metode montase Soviet Sergei Eisenstein terdapat aspek-aspek seperti berikut:

  • Menetapkan kecepatan
  • Mengikuti kecepatan
  • Membangkitkan respons emosional
  • Membesar-besarkan respons emosional melalui gambar

Pada akhirnya montase Soviet (Soviet montage) yang dicetuskan oleh Eisenstein, meski berawal dari Revolusi Rusia yang tujuannya adalah sebagai alat propaganda, tetapi Eisenstein tidak meninggalkan estetika dalam film. Hanya saja, ia memungkiri teknik montase yang kontinu.

Hal tersebut dapat dilihat dalam film-filmnya. Dalam teknik montase yang digunakan dalam filmnya, ia membuat sebuah adegan yang disejajarkan dengan adegan lainnya yang bertujuan sebagai alat propaganda. Dalam film Battleship of Potemkin, misalnya, ada sebuah adegan pembantaian antara penguasa dengan proletar, adegan ini lantas dimontasekan dengan penjagalan sapi.

{
  "credit title": {
    "author": "Eleanor Lutz",
    "editor": "Nurbaiti Fitriyani",
    "category": "Esai Teknis",
    "canonical publication": "Monoskrin"
  }
}
Details
Settings





Converter

Penulis: Eleanor Lutz

Editor: Nurbaiti Fitriyani

Hak Publikasi Kanonis: Monoskrin

Tag: Editing Film, Kajian Sinema, Sejarah Film Dunia, Teknik Film, Teori Film

Kategori: Esai Teknis

Lisensi: Creative Commons (CC BY-NC-ND 4.0)

Monoskrin

Monoskrin adalah situsweb yang mempublikasikan artikel-artikel tentang penciptaan sekaligus pengkajian film secara global.

Posting Lebih Baru · Posting Lama

Log

Perihal esai/artikel studi sinema.

Riset

Perihal penelitian film.
Perihal penelitian film.

Nawala Monoskrin

Dikirim setiap ada konten terkini

Iklan dan Advertorial Monoskrin